Info Parenting, Tahapan dalam Pendidikan Seks Sesuai Usia Anak

Usia anak yang masih berada di baah umur tentunya masih belum diperbolehkan untuk mengetahui infomasi tentang seks yang ditujukan kepada orang yang telah berusi 18 tahun ke atas. Namun, Anda sebagai orang tua dapat memberikan pendidikan seks yang sesuai dengan usia anak tersebut. Berikut info parenting dari tahapan pendidikan seks sesuai usia anak:

  1. Anak Berusia 0-2 Tahun

Banyak dari orang tua menyamarkan area privat anak dengan sebutan seperti burung atau titit. Namun, sebaiknya Anda langsung mengenalkan organ intim dengan nama yang sebenarnya seperti penis atau vagina. Hal tersebut merupakan langkah awal untuk membuat diskusi tentang seks agar menjadi normal.

Anda yang seorang bu dapat mengenalkan nama organ intim tersebut saat mengganti popok maupun sehabis mandi. Pa saat usia anak berada di 0 hingga 2 tahun, anak juga sedang berusaha untuk mengenal tubuhnya sendiri. Orang tua dengan hal tersebut dapat membantu dengan menginformasikan fungsi bagian tubuh secara sederhana.

Anda juga tiperlu untuk panik saat balita mulai menyentuh area privatnya sendiri. Hal itu disebabkan pada usia anak tersebut tidak punya maksud lain untuk menyentuh tubunhnya selain rasa ingin tahu. Biarkan saja anak mengeksplorasi tubuhnya sendiri.

Anda juga dapat mulai untuk mengenalkan adanya perbedaan jenis kelamin. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menyebut-nyebut bahwa sang anak laki-laki dan kakaknya adalah anak perempuan.

Yang paling penting adalah penanaman batasan untuk membuka sejak dini. Anda harus memberikan sebuah contoj pada anak Anda untuk membuatnya paham area privat di tubuh yang tak boleh sembarang ditunjukkan ke orang lain sehingga anak juga akan mulai mengenal rasa malu.

  1. Anaka Berusia 3-5 Tahun

Info parenting tentang tahapan seks pada anak usia ini, dapat Anda lakukan dengan mengulang konsep perbedaan laki-laki dan perempuan. Ibu dapat menanyakan pada sang anak sejauh apa yang sudah diketahui lalu dapat melengkapinya. Biasanya pada usia tersebut, anak sudah mulai untuk memahami bahwa yang hamil merupakan perempuan.

Anda juga sudah mulai dapat membicarakan bahwa area privat milik anak tersebut adalah miliknya sendiri dan harus dijaga dari orang lain. Tanamkan juga bahwa anak boleh menyentuh organ intimnya sendiri asalkan pada waktu dan tempat tertentu seperti setelah buang air di toilet.

Anak yang berusia seperti ini oleh orang tua dapat mulai untuk mebicarakan soal reproduksi sebagai cara manusia, hewan dan tumbuhan untuk berkembangbiak. Biasanya anak sudah mulai untuk penasaran dari mana datangnya adik atau bayi yang abru lahir. Anda tak usah menghidar saat muncul pertanyaan tersebut dari sang anak.

  1. Anak Berusia 6-8 Tahun

Pada usia tersebut, orang tua dapat mulai untuk membicarakan soal kehamilan. Misalnya dengan mendiskusikan ibu yang sedang hamil yang biasa ditemui pada saat bepergian. Selain itu anak juga dapat diajrkan mengenai bentuk tubuh yang berubah ketika menginjak masa pubertas nanti.

  1. Anak Berusia 9-12 Tahun

Dalam usia ini, orang tua harus jelas dalam menjelaskan perubahan bentuk tubuh saat masa pubertas. Yang terpenting, Anda perlu meberitahukannya bahawa menstruasi dan mimpi basah pertamanya merupakan tanda siap memiliki bayi.

Mengenalkan pendidikan seks sejak usia dini perlu dilakukan kepada anak Anda karena dapat menjaga area privat yang dimiliki oleh sang anak dari orang lain. Selain itu anak juga akan tertanam rasa malu bila memperlihatkan area privatnya. Bagi Anda yang sedang mencari info parenting selengkapnya dapat melihat di situ orami.co.id.

Author: admin